Begini Cara Melaporkan SMS Penipuan

Pernah anda mendapatkan SMS seperti dibawah ini ?

Ya terkadang kita hanya membiarkan saja SMS seperti itu karena kita anggap hanya orang iseng atau yang ingin menipu kita. Sekali lagi tindakan kita untuk membiarkan SMS itu atau menghapus dari pesan di handphone kita akan menyebabkan pelaku tidak akan pernah tertangkap dan jera akan perbuatannya, untuk itu mulailah kita sedikit lebih perduli dengan cara melaporkan setiap tindakan yang merugikan kita kepada pihak yang berwenang. Pemerintah sudah mulai menyiapkan aturan dan tata cara untuk melaporkan kasus kasus seperti SMS penipuan tersebut.

Bagaimana Cara Melaporkan SMS Penipuan ?

Salah satu Lembaga yang menangani SMS Penipuan tersebut adalah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) karena itu berhubungan dengan keuangan dan juga nomor rekening si penipu.

Cara melaporkannya juga cukup mudah.

Anda hanya perlu menghubungi layanan FCC OJK di 1-500-655 atau kirim email screen capture SMS tersebut ke konsumen@ojk.go.id.

Dengan adanya laporan tersebut, maka OJK yang berkerjasama dengan bank terkait akan melakukan pemblokiran rekening yang diduga menipu.

Jadi, si penipu tak akan bisa lagi mengakses rekening yang telah digunakan menipu sebelumnya.

Diperlukan keberanian dan usaha yang pantang menyerah di dalam memberantas permasalahan di dunia Cyber Crime khususnya yang selama ini selalu saja mengganggu kita. Walaupun sekarang pemerintah sudah mewajibkan semua nomor untuk di daftarkan berdasarkan EKTP dan KK tapi yang nama nya kejahatan tidak akan pernah hilang kalau kita sebagai korban tidak melaporkannya. Mulai sekarang jadilah pengguna Teknologi yang pintar dan Sehat sehingga dapat membedakan mana yang baik dan tidak juga berani untuk melawan yang namanya kejahatan.

Semoga artikel singkat ini dapat membantu kita semua untuk kedepannya bisa saling menjaga.

Penulis : Abdul Kadir Syamsuir (Konsultan IT Independen & Technopreuneur)

 

Selayang Pandang Lembaga Komunitas IT Green Penggiat IT Sehat Indonesia

PENDAHULUAN

Saat banyak istilah yang dipergunakan untuk sosialisasi penggunaan internet sehat dan itu semua tergantung dari visi dan misi dari Lembaga atau Komunitas yang menjadi penggerak di bidang internet sehat. Yang paling umum kita tau adalah Internet Sehat dan ICT Watch disusul dengan adanya Save Net, Relawan TIK, Siberkreasi dan masih banyak yang lainnya.

Di antara sekian banyak Lembaga dan Komunitas diatas di tahun 2011 lahir lah sebuah Komunitas yang juga fokus di dalam sosialisasi internet sehat. Kounitas tersebut bernama IT Green yang memiki visi dan misi salah satunya menjadi pelopor IT Sehat di Indonesia.

PENGERTIAN IT SEHAT

Sebelum membahas lebih jauh Komunias IT Green kita bahas dulu pengertian IT Sehat. Di dalam situs wikipedia pengertian IT atau TI adalah Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel). Jadi bisa disimpulkan IT atau TI tidak hanya terbatas pada komputer saja.

Adapun pengertian Sehat menurut standar WHO adalah Konsep “sehat”, World Health Organization (WHO) merumuskan dalam cakupan yang sangat luas, yaitu “keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Dalam definisi ini, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial.

Jadi IT Sehat adalah Gerakan bagaimana kita sebagai individu dapat menggunakan Teknologi Informasi tersebut secara sempurna, baik fisik, mental dan sosial. Di dalam menggunakan IT seseorang dapat dikatakan sehat atau sakit dari perilaku yang membuatnya bisa menjadi sakit di dalam menggunakan Teknologi Informasi sebagai contoh ada orang yang sangat maniak terhadap media sosial sehingga dia melupakan keadaan dirinya sendiri yang dapat membuat orang tersebut terkena penyakit bisa secara fisik seperti kelelahan dan radiasi serta penyakit secara mental yang menjadikan dia kecanduan bermain handphone. Faktor sosial juga dapat menjadikan seseorang yang tidak sehat menggunakan teknologi informasi menjadikan dia makhluk yang tidak bersosialisasi.

PROFIL KOMUNITAS IT GREEN

Kembali ke Komunitas IT Green yang di tahun 2011 sudah mulai membangun komunitas IT Sehat yang diawali dari sebuah kampus di surabaya dimana melihat waktu para mahasiswa sangat getol menggunakan handphone tapi hanya untuk bermain dan hiburan. Yang lebih parah teknologi handphone dan internet tadi tidak digunakan untuk menambah pengetahuan dan solusi di dalam belajar.

Di tahun 2012 Komunitas IT Green mengembangkan programnya di Kota Medan juga masih di Kampus kampus dengan mengadakan berbagai seminar dan workshop di bidang IT. Dan akhirnya di tahun 2013 mendapatkan sebuah kegiatan besar dari PT Telkom Indonesia, Tbk yang mengadakan kegiatan Road Show Indigo Incubator dan Komunitas IT Green ditunjuk sebagai Partner Lokal kegiatan di Kota Medan. Di tahun yang sama Komunitas IT Green melegalkan kegiatannya dengan membuat akta notaris dan berganti nama menjadi Lembaga Komunitas IT Green yang kegiatannya masih seputar sosialisasi IT Sehat.

Dengan berjalannya waktu sudah banyak kegiatan yang dibuat dan sudah banyak juga hasil yang di dapat dan itu semua tidak menyurutkan Lembagan Komunitas IT Green untuk terus menjadi pelopor IT Sehat di Indonesia. Walau tanpa bantuan dari pihak manapun IT Green tetap ada dan menjadi salah satu Lembaga yang berkontribusi positip terhadap dunia IT yang positip dan produktif.

Ke depannya Lembaga Komunitas IT Green akan lebih banyak lagi membuat kegiatan sosialisasi dan literasi internet sehat, cerdas dan produktif baik untuk kalangan pelajar, mahasiswa maupun umum. Adalah tugas kita bersama sebagai warga negara indonesia untuk membantu pemerintah khususnya Kominfo dalam perang mealawan kejahatan di dunia maya (Cyber Crime) dan Ujaran Kebencian (Hoax).

Demikian sekilas profil dari Lembaga Komunitas IT Green dan jika ada perusahaan atau pun Lembaga dan Perorangan yang ingin bekerjasama dan ikut membantu progaram program yang ada di IT Green dapat menghubungi langsung nomor handphone/Whatsapp 0821-6405-7424. Semoga kolaborasi dan niat baik kita bisa menyelamatkan anak bangsa ini dari kehancuran moral di dalam menggunakan Teknologi Informasi. Jangan sampai bertambah lagi korban korban di dunia maya.

Founder Lembaga Komunitas IT Green

Web Desa untuk Desa Mandiri dan Produktif

Dasar Hukum

UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa telah memberikan kewenangan besar pada desa dalam bentuk wewenang berdasar hak asal-usul dan kewenangan lokal berskala desa (Pasal 19). Untuk melaksanakan kewenangannya, pemerintah desa wajib memiliki Sistem Informasi Desa yang menjamin rencana dan pelaksanaan pembangunan desa dapat dipantau oleh masyarakat desa (Pasal 82-86). Terkait dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pasal 86 UU Desa mengamanatkan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk mengembangkan sistem informasi Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan, meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia. Sistem informasi Desa dikelola oleh Pemerintah Desa dan harus memberikan akses kepada masyarakat Desa dan semua pemangku kepentingan. Dalam jangka panjang, penerapan teknologi informasi dan komunikasi ini dapat menjadi pintu masuk bagi penerapan e-audit dana desa yang mulai tahun 2016 diterapkan. Dengan terbitnya UU No. 6 Tahun 2014 didukung pula oleh PP Nomor 43 Tahun 2014 dan PP Nomor 60 Tahun 2014 serta Permendesa 1 s.d. 5 tahun 2015 sebagai petunjuk teknisnya, desa-desa wajib segera membangun desa secara mandiri, transparan dan akuntabel. (Sumber : http://www.desaonline.web.id/main/dasar-hukum/)

Pengertian Sistem Informasi Desa

Dalam konteks OpenSID, yang dimaksud dengan Sistem Informasi Desa adalah proses dan aplikasi yang:

  • Berbasis komputer
  • Mengelola informasi kantor desa
  • Mendukung fungsi dan tugas kantor desa, termasuk administrasi kependudukan, perencanaan, pelaporan, pengelolaan asset, pengelolaan anggaran, layanan publik, dsbnya

Dengan pengertian ini, jenis aplikasi yang tercakup dalam “Sistem Informasi Desa” suatu desa bisa saja lebih dari satu: misalnya OpenSID untuk pengelolaan data kependudukan, SISKEUDES untuk mengelola keuangan desa, aplikasi lain untuk mengelola BUMDes, dsbnya.

Peran dan Manfaat SID

Berikut ini dijelaskan secara singkat beberapa manfaat SID menurut pengertian di atas (tidak terbatas pada fitur yang ada di OpenSID saja).

  1. Kantor desa lebih efisien
    Misalnya, dengan memakai OpenSID, kantor desa dapat menyediakan layanan surat keterangan pada warga jauh lebih cepat dibandingkan cara manual. Dengan OpenSID, data penduduk sudah tersimpan dan dapat diisikan secara otomatis pada surat yang bisa dicetak langsung.
  2. Kantor desa lebih efektif
    Sebagai contoh, karena SID menyimpan data penduduk beserta atribut-atributnya, kantor desa dapat dengan mudah memilah data penduduk secara akurat berdasarkan kriteria yang diinginkan, sehingga bisa mentargetkan suatu program pemerintah secara tepat sasaran. Ini berbeda dengan proses serupa tanpa SID, di mana sering dilakukan penentuan sasaran program secara kira-kira dan tidak berbasis data.
  3. Pemerintah desa lebih transparan
    Dengan SID, pemerintah desa dapat mengelola informasi kegiatan desa dalam bentuk yang mudah disajikan kepada warga dan lebih mudah diakses warga. Misalnya, kantor desa dapat memakai SID untuk mengelola informasi perencanaan pengembangan desa dan menampilkan informasi tersebut pada berbagai media, seperti di web desa, papan pengumuman dsbnya.
  4. Pemerintah desa lebih akuntabel
    Dengan adanya informasi perencanaan, kegiatan pembangunan, penggunaan dana desa dsbnya di dalam SID yang mudah diakses warga, pemerintah desa akan dituntut untuk lebih akuntabel. Kantor desa akan mempunyai kesempatan untuk secara lebih mudah membuat laporan pertanggung-jawaban kegiatan, penggunaan dana desa dsbnya.
  5. Layanan publik lebih baik
    Seperti disebut di atas, dengan SID kantor desa akan lebih efisien dan lebih efektif dalam melakukan fungsi dan tugas mereka. Karena salah satu tugas utama kantor desa adalah memberi layanan publik, fungsi ini pun akan lebih baik. Contoh sederhana yang diberikan di atas, warga akan bisa memperoleh surat keterangan yang mereka butuhkan secara lebih cepat dan dengan data yang lebih akurat.
  6. Warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa
    Dengan SID, informasi kependudukan, perencanaan, asset, anggaran dsbnya akan terrekam secara elektronik. Semua informasi tersebut mempunyai potensi untuk lebih mudah diakses oleh warga. Kantor desa mempunyai kesempatan untuk menyediakan fasilitas bagi warga untuk mengakses informasi desa dengan mudah, misalnya dengan menerbitkan informasi desa di web desa. Karena tahu data itu ada, warga juga mempunyai kesempatan untuk menuntut kantor desa untuk menyediakan akses pada informasi yang mereka butuhkan.
  7. Warga dapat berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan desa
    Ketersediaan data dan informasi desa yang mudah diakses akan meningkatkan potensi warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Warga akan tahu kegiatan apa yang sedang berjalan dan apa yang direncanakan, sehingga dapat ikut mengawal kegiatan tersebut ataupun memberi usul, saran dan masukan lain terkait pembangunan desa. Lebih dari itu, SID juga mempunyai potensi untuk menyediakan media elektronik untuk menggalang partisipasi warga, seperti forum diskusi atau formulir komentar/usulan elektronik. (Sumber : https://github.com/OpenSID/OpenSID/wiki/Peran-dan-Manfaat-Sistem-Informasi-Desa)

Implementasi Web Desa

Berikut saya tampilkan salah satu web desa yang kami buat untuk salah satu desa di Kabupaten Langkat yang dengan adanya Web Desa seluruh informasi mengenai desa mulai dari Informasi Penduduk, Administrasi sampai berita mengenai desa ada.

Menu Web Desa

Launching Website Komunitas IT Green Community

Setelah sekian lama menunggu akhirnya Website Komunitas IT Green Community jadi juga. Memanfaatkan fasilitas program 1 juta domain dari Kominfo dimana komunitas diberikan free domain dan hosting selama 1 tahun.

Komunitas IT Green sendiri sudah lama berdiri sejak tahun 2013 dan sekarang baru memiliki Website sendiri. Semoga dengan adanya website ini dapat menambah wawasan bagi anggota dan umum mengenai visi dan misi serta kegiatan dari IT Green Community.

Bagi yang ingin menuliskan berita di Website IT Green Community dapat mengirimkan draft tulisan dan foto nya ke admin di email akadirsyam@gmail.com