Penting nya Profil Website Desa Untuk Menuju Revolusi Desa 4.0

Good governance atau pemerintahan yang baik seakan menjadi tuntutan yang utama bagi pemerintah terlebih untuk negara yang menganut walfare state, salah satunya negara Indonesia. Dalam tata kelola pemerintahan yang baik, mensyaratkan adanya akuntabilitas, tansparansi, dan partisipasi masyarakat dalam setiap penentuan kebijakan publik. Karenanya untuk mewujudkan good governance pada tahun 2008, disahkanlah Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Yang mana undang-undang tersebut merupakan legal standing bagi publik untuk mendapatkan pelayanan dalam hal mengakses informasi publik, serta kewajiban bagi badan publik untuk menyediakan informasi publik yang valid. Hal tersebut senada dengan yang dikemukakan oleh Mendel (2004) bahwasannya membuka akses informasi merupakan kewajiban bagi pemerintah dan badan publik. Karena pada dasarnya informasi merupakan milik publik bukan hanya pemerintah atau badan publik. Sehingga sudah selayaknya masyarakat untuk dapat mengakses informasi publik tersebut. Dengan diundangkannya UU KIP maka telah membuka paradigma baru di Indonesia, dimana sebelum diundangkan undang-undang tersebut seluruh informasi adalah rahasia selain yang dibuka, namun setelah diundangkannya UU Nomor 14 tahun 2008 telah berubah menjadi seluruh informasi adalah terbuka kecuali yang dikecualikan. Atau dengan kata lain dalam hal pemerintahan dampak dari UU tersebut yaitu semakin mengarahkan dan mendorong pada pemerintahan yang terbuka (open government).

Untuk mendukung Good governance atau pemerintahan yang baik perlu adanya suatu gagasan sehingga Good Governance atau pemerintahan yang baik dapat terlaksana dengan baik. Salah satu cara untuk meningkatkan Good Governance yang baik adalah dengan mempublikasikan semua data-data yang bersifat dapat dipublikasikan agar masyarakat mengetahui minimal program-program yang tercipta di desa tersebut dengan membuat Website/ Profil Desa.

Tujuan dari pembuatan website desa adalah sebagai wadah komunikasi dengan masyarakat untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, mensyaratkan adanya akuntabilitas, tansparansi, dan partisipasi masyarakat dalam setiap penentuan kebijakan publik.

Manfaat dari pembuatan website desa adalah untuk meningkatkan akses informasi publik yang bersifat akuntabilitas, tansparansi, dan partisipasi masyarakat dalam setiap penentuan kebijakan publik.

Secara garis besar isi dari Website Profil Desa adalah sebagai berikut :

  1. Tentang Kami yang menceritakan sejarah desa, visi dan misi serta program kerja desa
  2. Berita Desa
  3. Galeri Kegiatan Desa
  4. Informasi Masyarakat Desa
  5. Layana Desa
  6. Statistik Kependudukan Desa
  7. Pengumuman
  8. Kontak

Untuk informasi pembuatan profil website desa dapat mengirimkan nama desa dan kontak (nomor hp) personil desa ke email akadirsyam@gmail.com

 

IT Cyber Security Service

Pada zaman teknologi informasi saat ini, kita sedang menghadapi situasi perang tanpa usai yaitu perang dengan kombinasi teknik canggih dan peralatan canggih di ranah dunia maya (Cyber). Secanggih apapun Aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan atau instansi faktor keamanan yang paling penting. Karena data yang hilang atau dicuri tidak bisa digantikan dengan nilai uang berapapun.

Ada 5 (Lima) layanan keamanan Cyber terbaik yang bisa dipilih oleh perusahaan atau instansi yaitu :

  1. Vulnerability Assessment (VA)
    • Vulnerability Assessment ini adalah suatu langkah untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan mempelajari kelemahan yang dimiliki dari suatu sistem atau infrastruktur yang berbasis teknologi informasi. Pada umumnya, pakar ITSecurity melakukan Vulnerability Assessment dengan menggunakan tools atau suatu aplikasi.
  2. Application Security Assessment (AS)
    • Application Security Assessment adalah pencarian kelemahan yang lebih detil pada sebuah target yang menggunakan sebuah layanan (service).
    • Layanan tersebut dapat berupa layanan web (web service), layana pusat data (database service), layanan email (email service), layanan tukar data (FTP Service).
  3. Penetration Testing / PenTest (PT)
    • Penetration Testing (disingkat pentest) adalah suatu kegiatan dimana seseorang mencoba mensimulasikan serangan yang bisa dilakukan terhadap jaringan organisasi / perusahaan tertentu untuk menemukan kelemahan yang ada pada sistem jaringan tersebut.
  4. Incident Response & Digital Forensics (ID)
    • Incident Response & Digital Forensics adalah layanan yang diberikan secara khusus terhadap target yang sudah mengalami pencurian dan pembobolan data.
  5. Certified Cyber Training (CT)
    • Certified Cyber Training adalah layanan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan  kemampuan terhadap serangan cyber.

Bagi perusahaan atau instansi yang ingin mendapatkan penjelasan lebih lengkap mengenai Penawaran Jasa Profesional Uji Coba Keamanan Sistem (IT Cyber Security) dapat mengirimkan email dengan subyek Permohonan Informasi IT Cyber Security ke email akadirsyam@gmail.com